Pemulihan G.G. di Lahan Masyarakat

Pemulihan Ekosistem Gambut di Lahan Masyarakat

Pemulihan Ekosistem Gambut di lahan masyarakat dilakukan melalui Program Kemandirian Masyarakat. Program ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang mandiri di Ekosistem Gambut melalui kegiatan pemulihan fungsi hidrologis Ekosistem Gambut dan peningkatan kesejahteraan yang dalam pelaksanaannya dilakukan pendampingan oleh fasilitator berpendidikan sarjana yang berasal dari masyarakat desa setempat.

Fasilitator mendampingi masyarakat dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Masyarakat (RKM) yang merupakan rencana kerja yang disusun oleh masyarakat sendiri (bottom-up planning) untuk pemulihan Ekosistem Gambut. Pemulihan fungsi hidrologis berupa pembuatan sekat kanal, dan peningkatan kesejahteraan melalui pembuatan demplot rehabilitasi vegetasi dengan penanaman jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi untuk perbaikan/peningkatan pendapatan masyarakat (nanas, kopi liberika/excelsa, jernang, jahe merah, pinang, dan lain-lain) maupun kegiatan-kegiatan pelatihan dan demplot yang bersifat mendorong kemandirian masyarakat di lahan gambut antara lain budidaya ikan, budidaya lebah, dan lain-lain.

 

TABEL 2. REKAPITULASI HASIL KEGIATAN PEMULIHAN EKOSISTEM GAMBUT DI LAHAN MASYARAKAT

OUTPUT 2015 2016 2017 2018 TOTAL
Dokumen Identifikasi Masalah dan Analisa Situasi (IMAS) 17 12 24 53
SK Tim Kerja Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (TK-PPEG) oleh Kepala Desa 17 12 24 53
Rencana Kerja Mayarakat (RKM) 54 40 66 160
Jumlah sekat kanal yang dibangun (unit) 5 model (Riau, Kalbar, Kalteng) 76 (Aceh, Riau, Jambi, Kalbar, Kaltim) 94 (Aceh, Sumut, Kaltim) 135

(Aceh, Sumut, Sumbar, Kaltim)

310

(Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kaltim)

Luas Lahan yang terbasahi melalui pembangunan sekat kanal 173 Ha 2.870 Ha 2.139 Ha 2.123 Ha 7.305 Ha
Jumlah Total Fasilitator Pendamping adalah 121 orang yang tersebar di 7 Provinsi dan 24 Kabupaten

Pendampingan dengan fasilitator masyarakat dilaksanakan melalui kerjasama dengan 7 Universitas Negeri setempat (Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas Tanjungpura, Universitas Mulawarwan)

Sumber: Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut, Agustus 2018

 

Pemantauan Ekosistem Gambut perlu dilakukan untuk menilai keberhasilan upaya perlindungan dan pengelolaan Ekositem Gambut, baik pada pada areal perusahaan (lahan konsesi/areal berizin) maupun di lahan masyarakat. Pemantauan Ekosistem Gambut di areal perusahaan berfungsi untuk menilai kinerja pengelolaan lingkungan hidup (environmental performance) perusahaan dalam perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut dan untuk pengawasan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Adapun pemantauan Ekosistem Gambut di lahan masyarakat berfungsi sebagai dasar untuk peringatan dini (early warning system), khususnya terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Adapun upaya penanggulangan kerusakan Ekosistem Gambut dilakukan untuk menghentikan meluas dan meningkatnya kerusakan Ekosistem Gambut.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian